Pacar Rama?

1029 Kata

Selepas dokter pergi, aku bersiap pulang. "Bang, saya pulang dulu. Sekali lagi makasih banyak atas pertolongannya. Kayaknya kalau Bang Rama gak lewat, entah nasib saya bagaimana." Rama tersenyum hangat, "Hanya kebetulan saja. Saya senang bisa menolong kamu." "Entah kenapa saya merasa Bang Rama selalu kebetulan hadir di saat saya terpuruk. Ingat waktu saya hampir di jual ke gigolo?" "Ya, saya ingat. Oh ya, ngomong-ngomong, selamat ya atas kehamilannya," ucap Rama. Meskipun yang keluar dari bibir pria itu adalah ucapan selamat, tapi rasanya terdengar sendu. "Makasih, Bang. Kalau gitu, saya pamit pulang dulu." Reza mengangguk, "Maaf ya, saya gak bisa anterin kamu. Saya khawatir suami kamu nanti salah faham." Aku tersenyum, "Iya, gak apa, Bang. Saya ngerti kok." "Hati-hati," ucap R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN