Aku hanya memutar bola mata saat wanita itu dengan sengaja mengecup singkat pipi Reza. "Ekhm, maaf Mbak Katering, saya pamit dulu, bye Reza!" Wanita itu keluar dari ruangan. Badannya udah kayak ulat kepanasan. Merengkal merengkol gak jelas. Amit-amit jabang bayi deh! "Dia Sherin." Reza tiba-tiba bersuara. "Aku tidak tanya," jawabku cuek. Terdengar suara helaan nafas Reza. "Aku panggil Igo dulu, kita makan bareng." Malas ngomong, aku hanya duduk di sofa ruangan ini. Cukup luas juga ruangan Reza. Ada sofa segala. "Kamu yang masak?" tanya Reza saat membuka isi rantang susun yang aku bawa. "Kamu tebak sendiri. Masa gak bisa lihat, ini masakan khas rumahan," jawabku dengan penuh percaya diri. Reza tidak bicara lagi. Ia merogoh sakunya dan nampak menelpon. Mungkin menghubungi Igo. Be

