Cemburu?

1050 Kata

Setelah mengecup pipiku tanpa permisi, Reza kembali duduk di kursinya. Entah mungkin karena ucapanku tadi. Harusnya si Reza gak usah tersinggung kan? Dia aja maunya aku cemburu padanya. Sedangkan dia sendiri begitu, enak saja! Zaman sekarang bukan lagi tentang wanita menangis tersakiti karena diselingkuhi. Wanita cengeng sudah harus diakhiri. Ya, salah satunya aku adalah wanita yang pantang menangis hanya karena pria. Kalau diperlakukan baik ya baik pula balasannya. Dan jika diperlakukan buruk, jangan mau kalah, lawan saja dengan yang setimpal. Contohnya Reza dan si Sherin itu sudah berlaku kurang aja padaku, bukan masalah cemburu atau tidak. Tapi aku merasa mereka tidak menghargai statusku sebagai istri. Ya setidaknya jangan dilakukan di depanku. Karena aku masih kesal, semua tawaran R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN