Jo malah bengong. Ia memeriksa baju yang dipakainya. "Padahal ini masih baru. Belum sobek. Warnanya juga masih cerah. Tadi aku setrika malah. Biar lebih rapi." Ya ampun, pengen mewek jadinya, huhu. Bayangkan, aku sudah dandan cantik dan stylish begini, lah masa dia gitu sih? Beberapa kali aku berusaha tenang dan menahan marah. Nasi sudah menjadi arang. Hancurkan sekalian jadi abu. Pusing aku. "Kamu bawa motor?" tanyaku. "Tidak, tadi aku berangkat ikut nebeng sama tukang nasi TO sekitar sini. Kebetulan aku kenal. Lumayanlah, ngirit bensin," jawab Jo dengan cengiran lebarnya. "Alamak, terus kita jalan kaki gitu?" "Kita mau kemana memangnya?" "Ke Pluto!" "Ha?" "Hu-ha hu-ha, kan aku udah bilang kemarin, kita mau kencan. You know what the meaning of the kencan? Pacaran! Nonton, makan

