"Bwahahaha!" Reza masih terus tertawa menyebalkan saat kami sampai di rumah. Begonya lagi tadi saat pulang, si Jo gak bawa motor malah ngajakin aku naik angkot yang sesak itu. Jelas aku menolak, beruntung Reza datang dan membawaku naik sepedanya. Walaupun lambat nyampenya tapi setidaknya tidak panas dan berdesakan seperti di mobil angkot. "Jangan tertawa!" Aku menghentakkan kaki karena kesal. Sue, dia malah terus tertawa lepas. Tangannya memegang perut. "Hahaha, aduh, haha, huft, gila ini benar-benar lucu, haha!" Reza masih belum berhenti. "Diam gak? Kalau gak, aku akan menyerang Anda saat ini juga." "Haha, hiburan hari ini sungguh menyenangkan, duh, haha. Kamu mau nyerang apaan emang?" "Anda gak takut?" tanyaku dengan nada menantangnya. "Takut kenapa? Haha, kamu mau nyerang apan

