Aku langsung mundur. "Eit, jangan mendekat!" Reza nampak terkejut, "Kenapa? Apa aku punya salah sama kamu?" Dih, ini orang kok watados amat ya? "Anda jangan banyak pura-pura deh. Dengar ya, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan turun juga." "Pepatahnya salah, Sesil." Reza menahan tawa. "Terserah aku! Anda jangan ngatur!" Ck, bukannya ngerti dengan kesalahannya, malah mengoreksi pepatah yang aku ucapkan. "Ya kan harus tepat. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Itu yang benar." "Anda mengerti gak sih poinnya? Anda selingkuh. Dua kali lho," ucapku tanpa basa-basi lagi. Sialan, nilai Bahasa Indonesia-ku memang buruk dulu. "Dua kali? Kapan itu?" Reza bingung. "Lah, kemarin yang si aktris so cantik itu apa namanya? Sampai ngamar segala kan?" "Sesil, aku g

