Syarat Mama

1046 Kata

Aku dan Reza panik. Gawat, kenapa Mama tiba-tiba masuk sih? "Tuan Duda, bagaimana ini?" aku berbisik di telinga Reza. "Aku bahkan lebih takut lagi," ucapnya. Mama datang dan berkacak pinggang di depan kami. "Kalian ya? Tega-teganya berbohong sama Mama? Kalian anggap apa Mama ini, hah?" Aku melangkah ragu mendekati Mama. Memegang lengannya. "Ma, maaf!" "Sana pergi!" Mama mengibaskan tangannya. Hatiku mencelos saat Mama keluar dari kamar dengan wajah yang sendu. "Ma! Tunggu, Ma! Aku gak bermaksud nyakitin, Mama." Aku hendak mengejar Mama. Tapi tangan Reza menahanku. "Mama butuh sendirian. Biarkan dulu. Nanti setelah tenang, kita akan bicara baik-baik dan minta maaf sama Mama. Oke?" "Tapi Mama sepertinya sangat marah. Aku takut. Aku takut Mama membenciku." Sumpah, ini sakit sekali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN