Mau Apa Dia?

1025 Kata

"Tapi, Ma. Gimana kalau aku kangen sama Mama?" Aku mewek lagi. Masa gak boleh pulang sebelum aku hamil sih? Kalau aku atau Reza mandul gimana? Berarti seumur hidup gak bisa ketemu Mama? Hua.... bagaimana ini? Reza menggenggam tanganku, "Baik, Ma. Kami akan berusaha yang terbaik untuk memberikan Mama cucu. Tapi takdir hanya milik Tuhan. Kami hanya manusia yang punya rencana." "Mama bilang pergi, gak usah ceramah di sini," jawab Mama tanpa mau melihat ke arah kami. "Ma, aku minta maaf, hiks!" Mama melihat ponselnya, "Jatah kalian ngomong tinggal satu menit lagi." "Lho, kenapa cepat sekali? Harusnya jangan lima menit, tambahin lah, Ma. Sepuluh ya?" ucapku memohon. Lah, Reza malah nampak menahan tawa. Kenapa dia? Apa ada yang lucu? "Gak bisa! Lima menit juga udah kelamaan!" "Rugi akuny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN