Huft, oke. Tenang, Sesil! Aku menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Konon kata guru olahragaku kalau mau tenang, lakukan hal ini minimal sebanyak tiga kali. Setelah melakukan tiga kali, lumayan agak tenang sekarang. Yang di depanku sungguh membangunkan semua pikiran liarku tentang pria. Hal ini jelas membuatku ikut panas dingin. Oh ayolah, aku wanita normal! Melihat pemandangan ini tentu saja aku pun tergoda. Harus mencari cara agar godaan ini tidak mempengaruhi ku. Baiklah, anggap saja dia anak kecil nakal yang main air. Ya, biar aku lebih mudah mengurusnya. "Emh...." Reza mengerang pelan. Matanya masih tertutup. Badannya mulai menggigil. Haduh, aku harus buru-buru mengganti bajunya. Dengan gerakan pelan, aku mulai membuka kancing kemejanya satu persatu. Lu

