Masa iya Reza sakit? Kalau demam sih iya. Tapi setahuku, demam obatnya ya paracetamol. Masa obat penenang sih? Ah, satu lagi. Aku ingat pria itu pernah bilang tidak suka minum obat? Lalu kenapa di lacinya malah banyak obat ya? Aku bingung. Reza benar-benar pria yang sulit ditebak. Terlebih ada banyak ucapan Tina yang mempengaruhi penilaianku pada pria itu. Tok-tok-tok "Masuk saja," ucapku sambil buru-buru memasukkan lagi obat yang kutemukan. Suti nampak berdiri dan membungkuk. "Ada tamu, Nya." "Siapa? Andin?" "Bukan, Nya. Tapi seorang pria. Sepertinya pernah datang ke rumah ini." "Wira?" "Saya tidak tahu, Nyonya." "Siapa yang datang siang hari begini?" Aku bangun lalu keluar dari kamar. "Kriwil?" sapaku saat melihat siapa yang datang. Igo tersenyum geli, "Halo, Sesil? Kamu lagi

