Aku hanya tersenyum garing, "Masakan saya belum sehebat Bang Rama. Malu lah saya buatin sarapan buat koki." Rama tersenyum geli, "Koki juga manusia, Sil. Makanan yang dimasak orang spesial lebih lezat apapun bentuknya." "Apa?" Aku mengerutkan kening. "Ah, sudahlah, lupakan saja. Sekarang, kita makan hasil karyamu hari ini." Aku tersenyum lebar, "Siap. Semoga saja rasanya selezat penampilannya ya?" "Tentu. Intinya kamu percaya diri saja. Rasa akan terus bertambah seiring banyaknya pengalaman kamu dalam memasak." "Wah, gak nyangka ya ternyata saya bisa masak nasi goreng sekarang." "Sudah saya bilang, kamu cepat belajarnya." "Hm, siapa dulu dong gurunya, hehe." Rama tertawa renyah hingga mata sipitnya tenggelam. Ponselku bergetar. "Bentar, Bang. Ada yang nelpon." Pria itu mengang

