Nanti di rumah!

1025 Kata

Kami mengantar Mbak Viona ke Bandara dengan anaknya. Wanita ini sangat tangguh menurutku. Dia pergi ke Indonesia hanya berdua dengan anaknya saja. Kalau aku sih gak berani ya, senekat-nekatnya aku, masih punya rasa takut. Kabur dari Reza juga gak keluar kota. Masih di Tasik juga. "Mas, kamu langsung ke kantor?" tanyaku saat kami masih di perjalanan. "Aku antar kamu dulu, oke?" "Memangnya kamu tahu kantorku?" "Tentu saja. Perusahaan asuransi kan?" Aku mengangguk dan sekaligus merasa heran, "Kok kamu bisa tahu?" "Ekhm, ya kebetulan saja. Bos kamu namanya Bima kan?" tanyanya lagi. "Iya. Mas kenal dia?" tanyaku. Sumpah, aku benar-benar tidak mengerti, kenapa dia bisa tahu banyak hal ya? "Tentu. Kamu jangan kaget, saat kamu memiliki perusahaan sendiri sepertiku, akan ada banyak perusah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN