Reza membawaku ke sebuah butik. Pengunjungnya tidak banyak. Jangan-jangan butik ini tidak laku ya? Atau Reza sengaja membeli baju jelek untukku agar aku tidak bisa tampil cantik di pesta ulang tahun perusahan nanti malam. "Mas, kok ke butik ini sih?" tanyaku sedikit kecewa. "Kamu pernah ke sini?" Reza malah balik bertanya. Kami turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam butik. Hanya ada tiga pengunjung selain kami yang sedang melihat-lihat dan nampak berbincang dengan pelayan butik ini. "Belum pernah sih, hanya saja kok sepi sekali?" tanyaku sambil celingukan. "Aku tidak suka keramaian. Lagi pula, ini butik terbaik di kota. Kenapa kamu malah gak suka?" "Terbaik apanya? Noh lihat, pengunjungnya aja sepi. Biasanya kalau yang terbaik itu selalu ramai pengunjung, karena semua orang me

