"Apa? Kamu hamil?! Serius?!" Mama kaget dengan jawaban yang aku ucapkan. Aku tersenyum kaku, "Y-ya gak tahu juga sih. Ini hanya dugaan." Sial, masa aku harus bohong bahwa aku hamil sih? Kalau ketahuan gimana? Bisa-bisa aku dipecat dari daftar kartu keluarga. Mama tersenyum haru, lalu memelukku erat, "Ya ampun akhirnya, setelah sekian lama Mama merasa kesepian di rumah, Mama akan momong cucu." "Kamu yakin, Sil?" Papa bertanya meyakinkan. Kami turun dari mobil. "Kan aku udah bilang, Pa. Hanya dugaan saja. Gak tahu bener atau enggaknya." Papa tidak merespon haru kayak Mama. Entahlah, mungkin saja Papa tahu kalau aku bohong? Tapi Papa juga tidak menyangkalku. Hanya diam saja. Dan sumpah, ini membuatku makin merasa bersalah karena telah membohonginya. Mama sudah berganti baju. "Wah,

