Suara berisik dari belakang rumah membangunkanku. Jam berapa ini? Aku duduk dan mengucek mata. Jam lima lebih tiga puluh menit rupanya. Pagi di rumah Mama. Tumben damai sekali. Biasanya kalau jam segini belum bangun, suara ceramah Mama sudah menerobos gendang telinga. Ada apa ya di luar sana? Aku menggeliat pelan lalu mengintip dari balik jendela. Rupanya ada tukang sayur yang sedang dikerumuni oleh emak-emak komplek berbaju daster. "Wah, selamat ya, Bu! Akhirnya penantian panjang terwujud juga. Sebentar lagi jadi nenek." "Iya, Bu. Gak nyangka ya? Padahal suaminya Sesil kan terlibat kasus selingkuh itu dengan aktris. Saya kira anak sampeyan mandul hingga suaminya berpaling." "Hus! Bu Mae jangan begitu, saya yakin, Sesil itu sehat. Palingan juga karena sikap manjanya, jadi suaminya

