Tidak Diizinkan!

1038 Kata

Aku tersenyum kikuk. Ada dua pria yang tengah menahanku sekarang. Hawa horor sangat terasa. Kedua pria ini saling melempar tatapan dingin. "Ekhm, Tuan Duda, Anda mau minum apa?" tanyaku setelah beberapa saat hanya hening. Mending kalau hening dengan tenang, ini sih hening penuh mencekam. Lagi-lagi Mama muncul, "Eh, mau apa kamu, Sesil?" "Mau bikinin minum buat Reza, Ma." Mama tersenyum kecut, "Ah, sampai lupa. Ada tamu satu lagi. Baiklah, Mama buatkan minum ya? Kamu mau minum apa?" "Tidak usah, Ma. Lagian kayak ke tamu saja. Aku kan menantu Mama. Jadi kalau aku mau minum tinggal ambil sendiri ke dapur." Reza menjawab dengan nada santai. Aku melirik Rama. Pria itu menampakkan wajah muak dengan ucapan Reza. Sebenarnya mereka ini ada masalah apa sih? Teman juga bukan, tapi baru ketemu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN