Viona mengambil alih Darrel yang sudah tidur pulas lalu meletakkan anak itu di roda bayi. "Sekali lagi, makasih, Tante. Dari tadi dia rewel terus." "Anak kecil kalau rewel banyak sebabnya, kalau gak lapar, pasti ngantuk. Atau gak nyaman dengan bajunya. Kegerahan juga bisa bikin dia rewel," ucap Mama sambil tersenyum. Akhirnya kami makan bersama. Selama makan, aku dan Reza banyak diam. Bahkan aku tahu kok, Reza terus mencuri pandang padaku. "Sesilia, maafin sepupuku yang bodoh ini ya? Dia sangat payah kalau dalam urusan wanita. Membujuk kamu aja dia gak bisa." Viona memulai lagi pembicaraan saat kami sudah selesai makan. "Saya gak apa, lagi pula tidak usah repot-repot membujuk. Saya tidak mungkin pulang bersama Reza lagi." ucapku yang tentu saja membuat Reza nampak terkejut. Mama juga.

