"Lepas, apa Anda pikir dengan hanya berkata 'maaf' maka semua masalah akan selesai? Enak sekali jadi Anda. Sesudah memaki dan merendahkanku, Anda berharap aku mau kembali lagi?" Aku menumpahkan semua kekesalanku padanya. Reza diam. Matanya menatap mataku dengan sendu. "Aku tahu aku salah. Waktu itu aku benar-benar dikuasai oleh rasa cemburu." "Itu bukan cemburu, tapi sudah keterlaluan. Harusnya Anda bertanya dulu apa yang terjadi sebenarnya. Bukan langsung menghakimi." "Baik, jadi aku harus apa sekarang?" Aku diam. "Buka pintu ini, aku mau pulang." "Kamu mau pulang kemana?" "Tentu saja rumahku." "Tidak, ini adalah rumahmu, rumah kita." "Bukannya Anda bilang mau melakukan apapun yang aku minta?" "Tentu. Tapi kecuali itu. Aku tidak bisa melepaskan kamu lagi, Sesilia." "Kalau begit

