Reza seperti sudah puasa berbulan-bulan. Minta jatah tak kenal waktu. Beruntungnya, di samping minta jatah, dia juga pandai membuatku banjir. Alhasil, tidak terasa sakit walau tiap hari. Aku pernah membaca di postingan media sosial, ada banyak pria yang main anu-anuan dengan hanya mementingkan diri sendiri saja. Asal sudah kelar dan si nurinya sudah senang udah deh pergi. Gak peduli tuh sama apem yang dipaksa digeledah. Jangankan enak, sakit yang ada. "Sayang, besok aku ke Bandung. Kamu ikut ya?" Reza memelukku dari belakang. Rambutku masih agak basah habis digempur pagi hari langsung mandi. "Gak ah, males. Palingan di sana Mas sibuk bertemu klien dan aku ditinggal di hotel sendirian." Dan itu hal yang paling tidak aku sukai. Mana gak ada teman yang aku kenal di sana. "Terus kalau aku

