Program Hamil

1030 Kata

Melihat Reza yang malah diam. Aku jadi cemas. "Mas, jangan bikin aku khawatir, dong! Bagaimana dengan Igo? Apa dia baik-baik saja?" "Tadi lo lihat dia gimana kondisinya?" Andin juga ikut cemas. "Terakhir gue tinggalin dia saat menghadapi tiga badut tanpa busana, kalau dilihat sih kayaknya Igo bisa mengatasi. Tapi gak yakin juga," jawabku. "Kalau melihat kamu yang sangat khawatir begitu, rasanya aku ingin jadi Igo saja." Tiba-tiba Reza bersuara dengan nada sendu. "Lah, ngapain Anda jadi Igo segala?" Jelas aku heran. Pikiran macam apa itu? "Igo enak, dikhawatirin sama kamu sampai segitunya," ucap Reza lagi. "Lah, dia cemburu, Sil!" Andin menahan tawa. "Beneran?" tanyaku sambil menatap Reza. Pria itu mengerjap, "Ya bukan. Hanya kayaknya enak aja kalau jadi Igo." "Ck, apa enaknya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN