Kelam

1091 Kata

Suara Andin terdengar menjerit. Aku masih shock dengan yang terjadi barusan. Ya, saat ketiga pria itu hendak mendekat, tiba-tiba terdengar suara benda mengenai salah satu dari ketiga pria di depanku. "Maaf, aku terlambat," Igo tersenyum lebar. "Lho, kok bisa?" tanyaku. "Bukan waktunya bertanya, kamu apakan mereka sampai gak pakai baju begitu?" Igo melarangku bertanya sedangkan dirinya sendiri bertanya tentang keadaan ketiga pria badut yang sekarang hanya memakai kolor. Kalau kondisi normal, aku pasti sudah tertawa. Perut dan d**a di gembul dan si brewok bergelambir. Kebalikannya, d**a si Ceking mirip piano. Tapi karena sekarang pertaruhan nyawa, boro-boro bisa tertawa. "Sialan! Bagaimana mungkin kau masih hidup? Hah?" Tina keluar dari persembunyiannya. Ia menatapku dan Igo bergant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN