Mataku memeriksa sekitar. Rumah ini tampak sepi. Tidak ada tanda-tanda kehidupan. Jangan-jangan si Kunti itu hanya membual dan sengaja membawaku ke alamat antah berantah? Sebelum kemari, aku memberi beberapa senjata. Bahkan pistol atau bom sih. Sehari-hariku hanya bergelut dengan make up. Mana bisa aku memakai senjata tajam seperti itu? Tapi ini juga cukup ampuh. Buat jaga-jaga. Aku beli martil besar, bubuk cabe dan lada. Semprotan obat nyamuk ukuran besar. Ponselku bergetar. Kunti : Kenapa tidak masuk? Takut? Aku memicing. Jadi benar ini tempatnya? Kalau memang Igo benar-benar sudah mati, kenapa tidak ada jejak sama sekali? Motor juga tidak ada. Masa iya si Keriting itu ke sini dengan jalan kaki? Jauh, anjir! Aku tidak turun dari motor. Sengaja aku akan masuk dengan menabrak pintuny

