Tak Bisa Diam Lagi!

1015 Kata

Reza benar-benar membawaku ke ruangannya. Beberapa karyawan melihat kami. Aku tahu, sebagian besar karyawan wanita saling berbisik saat aku lewat. Aku sih bodo amat ya, mau digibahin segedung ini juga aku gak peduli. Toh, aku gak ganggu hidup mereka kan? "Sayang, kamu tunggu di sini ya? Kalau mau makanan, cari di lemari es," ucap Reza saat kamu sudah masuk ke sebuah ruangan. Reza punya ruangan khusus ternyata. Ruangan ini berada di bagian belakang ruangan CEO. Ada kasur, televisi, sofa, dispenser juga lemari es. Yang tidak ada kompor saja. Kalau ada kompor sih ini berasa tinggal di kontrakan jadinya, haha. "Ini tempat apa?" tanyaku. Cukup nyaman sih. Walau tidak sebesar kamar di rumah kami. "Ini ruanganku untuk istirahat saat tak bisa pulang ke rumah." "Peralatannya lengkap. Jangan-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN