Mata-mata

1051 Kata

"Anda memata-mataiku?" tanyaku dengan nada kaget. "Tidak. Aku masih banyak pekerjaan yang lebih penting. Untuk apa memata-matai kamu?" jawabnya dengan nada santai. "Tapi bagaimana Anda tahu aku lagi di kebun teh?" Mataku masih menyisir sekitar. Takut tiba-tiba dia nongol tanpa ngasih tahu. "Hanya menebak. Apa tebakanku benar?" "Ck, bagaimana mungkin Anda bisa menebak dengan benar? Padahal kita beda kota. Aku yakin, Anda pasti memantau kan?" "Percaya diri sekali kamu. Aku sudah bilang, aku gak mantau. Hanya asal menebak. Pria genit memang begitu. Pasti mencari cara agar bisa berduaan dengan kamu." "Jangan nuduh sembarangan! Kami ke sini untuk membuka usaha. Rama buka cabang di sini. Mana ada dia genit? Yang ada malah Anda yang genit. Gegayaan cerai dengan Mbak Tina. Tahunya Anda masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN