Kok Tahu?

1005 Kata

Wira pergi setelah kami ngobrol banyak hal. Dari gelagatnya sih aku tahu Wira khawatir abangnya jadi pelarianku. Tapi aku juga cukup tahu diri lah. Rama pria baik. Lagi pula mana mungkin suka padaku kan? Dia kalem dan penuh kehangatan. Masa iya suka padaku yang manja, cengeng dan grasak-grusuk begini. "Sesil, kamu sudah siap?" Rama masuk dan langsung mengambil tasnya. "Oh, ke Bogor sekarang?" tanyaku. "Hm, tentu. Laporan hari kemarin sudah selesai kan?" "Sudah. Tinggal menunggu yang hari ini." "Sip, kita berangkat sekarang biar tidak kemalaman." Rama melirik jam tangannya. "Oke." Aku mengambil tas dan merapikan rambutku. Rama tersenyum saat melihatku sedang bersiap. "Bang Rama jangan menertawakan saya." Aku sedikit cemberut. Malu, a***y! Aku kira dia langsung keluar tadi. Tahuny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN