Aku buru-buru pergi saat mendengar derap langkah kaki yang makin mendekat. Pura-pura sibuk dengan ponsel saja. Reza datang lalu duduk bersamaku. Hanya menunggu beberapa menit lagi dia akan segera pergi. "Sesil, kamu ingat pesanku ya? Jangan terlalu banyak berinteraksi dengan orang asing apalagi pria." "Tuan Duda, sekarang aku sudah bekerja. Tentu akan banyak bertemu dengan orang baru. Masa iya aku harus menghindar dari orang baru? Ada-ada saja." "Kan bisa saja tuh, pria genit biasanya banyak modus. Contohnya saja kemarin kamu hampir dijual kan?" "Tapi aku berhasil kabur," jawabku santai. "Hati-hati tidak ada salahnya." "Tuan Duda, Anda pergi dengan siapa saja?" tanyaku. Aku ingin tahu apa dia akan jujur atau bohong. "Aku pergi dengan beberapa bawahanku. Kenapa? Kamu mau ikut? Nan

