Bab 61

1661 Kata

“Puas lo?” Kekeh ringan dari mulut Gavin mengundang dengus kesal. Anggi sejak waktu yang tidak diperkirakan hanya bisa mengikuti jalan pikiran Gavin untuk membawa dua buah semangka berukuran lumayan dari mension untuk dibawakan kepada Arya. “Hehe, untung ada semangkanya,” kekeh itu masih bertahan walau Gavin tahu, perempuan disebelahnya itu sedang dongkol setengah mampus. Tentu saja, siapa yang terima dengan suka rela diseret ke suatu tempat hanya untuk menemani membawa semangka? Maka Gavin berinisiatif. Setidaknya harus ada effort untuk mengembalikan aura positif Anggi. “Gue traktir deh abis ini. Setelah nganterin semangka gue traktir lo, mau nggak?” walau ini lebih menjurus pada sogokan ketimbang upaya, tapi Gavin cukup puas ketika wajah Anggi mulai menunjukan ketertarikan. Usakan ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN