Gavin. Iya hanya Gavin. Entah apa yang dipikirkan orang tuanya saat memberikan nama yang hanya dalam satu suku kata saja. Meski berwajah bule yang didominasi oleh gen dari ayahnya yang berkebangsaan asing tersebut, Gavin sebenarnya sangat Indonesia sekali. Bahkan ia lebih lokal dibanding Arya yang tidak memiliki darah campuran sekalipun. Mungkin karena hampir separuh hidup Gavin dihabiskan di Pulau Wijaya. Gavin tidak pernah pergi terlalu jauh, selain hanya untuk sekolah dan mengambil pendidikan di pulau utama, Gavin pasti akan selalu kembali pulang ke Pulau Wijaya tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Itu sebabnya, meski berdarah campuran–Gavin tidak memiliki gaya hidup bebas selayaknya orang-orang asing. Bahkan tidak juga sebebas orang Indonesia kebanyakan. Meski Gavin juga tidak mena