Brugh “Astaga,” Callista terkejut ketika pinggangnya ditarik oleh Reynand membuatnya jatuh terduduk di pangkuan laki-laki itu. “Pak…” “Diam!” “Katanya mau makan?” “Hmm.. tapi saya mau kamu yang suapin!” “Ha?” Callista mengerjapkan matanya berulang kali. Bagaimana mungkin? “Pak Reynand jangan aneh-aneh! Saya baru saja selesai memasa, capek.” “Makan sendiri aja!” ujar Callista dengan nada sedikit kesal “Berani membantah atasan?” “Ck, tapi…” “Suapin atau…” “Iya, saya suapin!” Callista memotong perkataan Reynand sebelum laki-laki itu selesai bicara. Ia takut Reynand melakukan sesuatu jika dirinya banyak membantah, apalagi mereka saat ini hanya berdua. Reynand tersenyum. Ia menyukai Callista jika wanita itu tidak banyak bicara. “Suapin sekarang!” Callista sedikit kesul

