Bab 30

1002 Kata

Reynand dan Callista masuk ke dalam Apartemen. Callista menatap sekeliling sembari berdecak kagum. Apartemen milik Reynand begitu mewah dan megah, bahkan berkali-kali lipat lebih besar dari rumahnya. Rumah kecilnya tidak ada apa-apanya dengan asset yang dimiliki Reynand sekalipun dia tidak lagi menjabat sebagai Ceo di Perusahaan Mahendra. “Ekhm,” dehem Reynand “Eh,” Callista langsung menunduk setelah mendengar suara Reynand “Ayo masuk! Ngapain diam di situ terus!?” “K-kita mau ngapain di sini, Pak?” tanya Callista memberanikan diri “Buatkan saya makanan! Perut saya lapar.” “Ha?” “Ck, tadi kamu bilang seperti itu kan? Jadi sekarang cepat buatkan saya makanan!” Callista tersenyum mendengarnya. Ia selalu berpikir negatif setiap bertemu Reynand, padahal laki-laki itu berniat ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN