Dua hari kemudian “Sudah siap, Rey?” tanya Luna pada putranya Reynand mengangguk sembari tersenyum kecil. “Sudah, Ma.” “Kita berangkat sekarang!” Luna melingkarkan tangannya di lengan sang putra. Ibu dan anak itu berjalan menuju luar yang di mana Pradibta sudah menunggu mereka berdua. Setelah kejadian itu Keluarga Pradibta terlihat semakin harmonis. Bahkan Luna dan Pradibta tidak lagi pernah memaksa putranya untuk melakukan sesuai keinginan mereka. “Tumben Kakek dan Nenek meminta kita makan malam bersama, Pa?” tanya Reynand “Mungkin mereka ingin kita berkumpul setelah sekian lama, Rey.” Dan setelahnya tidak ada lagi obrolan di antara mereka. Suasana hening di dalam mobil. Dan tidak terasa mobil yang dikendarai Pradibta telah sampai di tempat tujuan. Mereka telah sampai di ked

