Callista mengepalkan kedua tangannya. Marah, kecewa, itulah yang ia rasakan saat ini. Ia tidak pernah meminta pertanggung jawaban Reynand, dan di saat laki-laki itu mengetahui semuanya dia justru meminta untuk menggugurkan darah dagingnya sendiri. Callista berdiri sembari menatap Reynand dengan mata berkaca-kaca. “Keluar kamu dari rumah ini!” desisnya dengan tajam sembari menunjuk ke arah pintu “Saya akan keluar jika kamu menyetujui untuk…” “KELUAR!” teriak Callista Callista tidak ingin mendengar apapun dari mulut Reynand. Permintaannya untuk menggugurkan kandungannya membuat hatinya sangat terluka. Apapun yang terjadi ia tidak akan menggugurkan kandungannya. “SAYA BILANG KELUAR!” bentak Callista “Callista, ada apa, nak?” Vania panik ketika melihat Callista berteriak, padahal b

