“CALLISTA!” teriak Vania Deva langsung berdiri ketika mendengar suara teriakan seseorang memanggil nama Callista. Dan ternyata orang itu adalah Vania. “Nak, di mana Callista? Dia dan kandungannya baik-baik saja kan?” tanya Vania dengan wajah panik Karena terlalu panik Vania tidak sadar dengan pertanyaannya barusan. Bahkan Deva terkejut setelah mendengar pertanyaan beliau. “Jadi beliau juga sudah tahu tentang kehamilan Callista?” batin Deva berucap “Nak, bagaimana kondisinya?” Vania menggoyangkan lengan Deva menuntut sebuah jawaban “Alhamdulillah, kondisi Callista dan kandungannya baik-baik saja, Tante. Callista hanya butuh istirahat lebih.” “Alhamdulillah. Syukurlah!” Vania tidak berhenti mengucap Syukur atas kondisi Callista dan kandungannya. Beliau belum menyadari dengan jawa

