Keesokan harinya Reynand turun langsung ke tempat pembangunan tersebut. Ia menemui Deva untuk menanyakan perkembangan bangunan tersebut. Setelah menginjakkan kakinya di Desa itu ia langsung teringat dengan Callista. Reynand tersenyum smirk. Dengan sengaja ia memilih Desa ini sebagai tempat acara pernikahannya agar wanita itu bisa menyaksikan hari bahagianya. Ia tidak akan membiarkan wanita itu merusak nama baik keluarganya. “Bagaimana perkembangannya?” tanya Reynand “Sudah 80%, Pak. Kemungkinan besok mereka akan menyelesaikannya.” Reynand mengangguk mengerti. Tatapannya lurus ke arah depan dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celana. “Em.. Pak Reynand!” panggil Deva “Hmm..” “Ternyata Callista tinggal di Desa ini.” Sontak Reynand menatap ke arah Deva. Jadi, laki-laki itu me

