Malam harinya Brugh “Akhirnya..” ujar Reynand setelah menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Menunjukkan pukul satu dini hari. Acara pernikahan telah selesai, sudah waktunya ia istirahat. Para tamu undangan sudah pulang sejak satu jam yang lalu. Tubuhnya terasa begitu lelah, bahkan kakinya serasa ingin patah karena terlalu lama berdiri. Ceklek Pintu kamar terbuka dan terlihatlah Reviola dengan senyuman manis di bibirnya. Ia menutup pintu dan tidak lupa menguncinya agar tidak ada yang mengganggu malam pengantin mereka. “Rey!” panggil Reviola dengan suara lembutnya Senyuman manis Reviola berubah menjadi senyuman smirk. Kedua tangannya bergerak ke belakang membuka gaun yang saat ini melekat di tubuhnya. Malam in ini adalah malam yang sangat ia tunggu. Malam panjang dirinya bersama

