Pagi harinya “Enghh..” lenguh Reynand Mata Reynand mengerjap pelan pertanda laki-laki itu akan segera membuka mata. Ketika ingin berbalik badan ia merasa kesulitan karena ada sesuatu yang melingkar di atas perutnya. Reynand membuka mata lalu sedikit menunduk untuk melihat apa yang ada di atas perutnya. Dan ternyata sebuah lengan yang memeluknya erat. Reynand menoleh ke samping menatap ke arah istrinya. “Reviola!” lirihnya Reynand teringat dengan aktivitas mereka tadi malam. Namun, ia tidak sepenuhnya teringat seolah tadi malam bukanlah dirinya. “Sshh.. kenapa kepalaku sakit sekali?” gumamnya Reynand menatap ke arah jam yang menempel di dinding kamarnya. Menunjukkan pukul 7 pagi. Ia harus siap-siap untuk berangkat ke kantor. Entahlah, untuk urusan tadi malam ia tidak ingin mengin

