Abizar tersenyum menatap istrinya. "Kenapa aku seperti diinterogasi?" Abizar mencubit pipi istrinya. Runa mengerucutkan bibirnya dan duduk di pangkuan suaminya. "Ini di kantor sayang," Abizar menahan pinggang istrinya agar tidak terjatuh. "Aku memang menginterogasimu. Setelah si Salma, lalu sekarang perempuan yang bernama Wulandari," Runa mengusapkan telunjuknya di bibir suaminya. "Kenapa banyak perempuan di sekitarmu? Aku cemburu." Abizar tertawa, "Cemburu? Apa kabarnya denganku?" "Tapi sudahlah. Kamu mau tahu perempuan bernama Wulandari?" Abizar memastikan. "Iya," Runa mengangguk. Abizar melihat jam tangannya, "Ini sudah jam pulang kantor, tapi mungkin orangnya masih ada." "Hah? Dia orang kejaksaan? Kerja di sini? Ka-kamu ketemu dia setiap hari?" Runa memukul bahu Abiza

