Asya memperhatikan ekspresi Dara dan Bisma, kedua orangtua Jani. Dara hanya tersenyum, sedangkan Bisma tak sengaja menjatuhkan sendok di tangannya. Tring.. Sendok pun jatuh ke lantai. Jani mencubit Asya di bawah meja berulang kali sebagai tanda senangnya. "Ih, kamu kok tidak bilang bilang," Jani berbisik pelan. Dari kaget, ia berubah senang. Senyum mengembang di wajahnya. Ia menyikut Asya berulang kali. "Ih ih ih," Jani tersipu malu. Asya dengan cepat menggenggam tangan Jani dan menahan senyumnya. "Ayah, ibu, jawab?" Jani mulai merajuk. "Kamu.. Kamu masih kecil," Bisma menggeleng. "Masih kecil darimana? Om Danu mengizinkan Runa menikah. Aku dan Runa hanya beda beberapa bulan saja usianya," Jani membalas ucapan Bisma. "Ta-tapi.." Bisma terdiam ketika Dara meremas le

