Daka menatap Mila dengan gugup. Mila lalu tertawa, "Jangan tegang begitu Daka. Aku hanya bercanda." Daka mengatupkan bibirnya menahan rasa. Aku bisa saja membatalkan rencanaku untuk menjalankan ide mama. Tapi aku tidak ingin tanpa persiapan begini. Mana belum beli cincin lagi... Selain itu, si mama pasti kecewa kalau aku tidak menjalankan rencananya. "Aku.. Serius soal tidak ingin kamu meninggalkanku," Daka merespon ucapan Mila dan menghindar dari topik soal lamaran. "Selamanya bersamaku." Mila memeluk Daka dengan erat, "Bagaimana hidupku tanpamu? Aku tidak berniat meninggalkanmu." "Kamu menerima sifatku yang perfeksionis dan annoying untuk banyak orang," Mila tersenyum. "Bahkan kamu mau mengikuti gaya hidupku. Aku menghargai itu semua Daka." "Sama," Daka memeluk Mila dengan e

