RESTU

1309 Kata

Tepat saat Darma berpamitan pergi, Ara muncul menghampiri putranya. "Ada apa sayang minta ketemu malam ini?" Ara mengecup putra sulungnya itu. "Kita tunggu ayah dan Anin selesai," jawab Asya. "Ibu darimana?" tanyanya. "Tadi ada urusan dengan Tante Malika. Dia juga ikut..." Ara menunjuk ke arah Malika yang sedang melangkah mendekat. "Ara, aku lapar," Malika mengelus perutnya. Asya hanya tertawa melihat tingkah polah sahabat ibunya itu. "Pesan saja. Biasanya juga tanpa basa basi," Ara tergelak. Malika langsung memesan menu yang dimau sambil menatap Asya dan Ara bergantian, "Apa kehadiranku akan mengganggu?" Asya menggeleng dan tertawa, "Ada hal penting yang mau aku bicarakan pada ayah dan ibu, Anin juga. Tapi, pada akhirnya, Tante Al juga akan tahu.." "Wah wah wah.. Apa a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN