Runa menarik nafas panjang dan menenangkan jantungnya yang tiba tiba berdebar tak menentu. Hana : "Halo." Runa : "Ya, sori, aku kaget." Hana : "Aku ke sini karena ibuku mengirimkan macaroni schootel untukmu. Ibu pikir kamu sudah sampai Jakarta. Ternyata ada kiriman bunga itu. Kaget sekali rasanya." Runa : "Ah, thank you untuk Tante Jingga." Runa : "Siapa juga yang mengirimnya?" Hana : "Aku tidak akan mengutak atik anggrek biru ini, dan hanya akan menyimpannya di dalam apartemen." Hana : "Makaroninya aku simpan di lemari es ya?" Runa : "Ok. Thank you. See you di Jakarta." Hana : "See you. Cepat kembali, kita selidiki soal bunga itu." Runa : "Bye." "Hhh..." Runa menyimpan ponselnya. Ia langsung gundah. "Ada apa?" tanya Abizar. "Hana ke apartemen. Dia mengirimkan makanan dar

