Daka dan Mila sarapan pagi bersama sambil berpegangan tangan. Mila berulang kali memperhatikan cincin di jari manisnya, "Kamu harus mengungkapkan semua ini pada papa dan mama." "Iya, pasti.. Aku tadinya tidak cukup percaya diri. Apa kamu akan menerimaku? Atau tidak?" ucap Daka. Mila tergelak, "Bagaimana kalau aku tidak menerima lamaranmu?" "Aku bisa mati.." Daka menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mungkin tanpa kamu Radmila.." Mila meremas jari jemari Daka dan tersenyum lebar, "Kekasihku so sweet.." "Oh ya," Daka menatap Radmila, "Mulai hari ini, aku tidak akan lagi merahasiakan hubungan kita. Apa kamu siap?" "Aku sudah bicara dengan manajemen dan prinsipnya mereka tidak akan mempermasalahkan," terang Daka, "Satu satunya yang mungkin jadi masalah adalah penggemar." "Mereka bis

