Runa berulang kali menoleh ke arah Abizar. "Apa?" Abizar memainkan rambut Runa dengan jari jemarinya. "Ayah dan ibu pergi ke London selama dua minggu," Runa menggumam, "Setelah mereka kembali, mmm... Om Barra dan Tante Rhe datang ke rumah ya?" "Kita bicarakan rencana pernikahan," ucap Runa. Abizar tergelak, "Aku sudah bilang mama papa. Jadi itu sudah ada dalam rencanaku." "Serius?" Runa tak percaya. "Iya," Abizar mencubit pipinya. "Si mama kaget. Katanya tidak percaya ada perempuan secantik dan sebaik kamu mau menikahiku," Abizar tergelak. Runa tertawa, "Memang kenapa dengan kamu? Kekasihku ini sudah tampan, baik hati, lucu, dan meski kamu cuek, tapi... Kadang sifat cuek itu menggemaskan. Tapi, kadang kadang ya.. Kalau keterusan sih.." Abizar tersenyum. Ia menunduk da