Runa diam menatap Hira. Ia menantikan kelanjutan ucapannya. "Kamu tahu kalau aku tidak sengaja melakukannya..." Hira menatapnya. "Saat itu aku hendak menolongmu tapi..." Runa mengerutkan keningnya. Apa Hira yang memukulku? Apa dia tidak tahu kalau aku hilang ingatan? "Lalu kenapa kamu tidak melakukannya?" tanya Runa lagi. Aku sungguh bingung, apa yang terjadi? "Dia bilang nanti aku bisa menjadi tersangka," jawabnya. "Tapi aku menyesal... Kenapa aku mendengarkan dia dibanding nuraniku." Runa tambah bingung, 'DIA' siapa? Kalau aku bilang hilang ingatan, bisa saja Hira tidak jadi bercerita karena menganggap situasi aman akibat aku tidak ingat apapun. Tapi kalau aku tidak bilang, cerita Hira membuatku bingung. Apa yang harus aku lakukan? "Kenapa kamu diam Runa? Apa kamu memaafka