Akhirnya Hana Shafira membuka mata. Awalnya belum bisa bicara, namun pada akhirnya bisa. Akan tetapi ada hal yang sangat mengejutkan terhadap dirinya, yaitu dia kehilangan ingatan, sungguh menyedihkan. *** Waktu terus berlalu hingga pagi tiba, Digo dan Ibu Risma menerima takdir Hana yang lupa ingatan dengan lapang dadda. Mereka berharap suatu saat ingatan Hana kembali seutuhnya. Pak Dokter dan perawat yang menangani perawatan Hana sangat senang mengetahui Hana sudah tersadar dari koma, meski dia harus kehilangan ingatan. Pak Dokter memberi tahu bahwa resiko operasi tumor otak, salah satunya memang hilang ingatan, tapi itu jauh lebih baik daripada kehilangan nyawa. Pak Dokter menyuruh agar tetap tegar dan sabar, dia juga berpesan pada Digo dan Ibu Risma untuk selalu memberi semangat dan

