"Aww!" pekik Eun tiba-tiba. "HEI, ADA APA?!" Ryeon yang sedang berada di dalam kamar mandi langsung berlari keluar dengan handuk yang membalut bagian bawahnya. "Kenapa sakit sekali?!" "Ha?" Bukan, bukan Ryeon tidak tau apa maksud pertanyaan itu. Hanya saja, mengapa gadis itu menatapnya tajam, seolah ia bersalah pada gadis itu. "Ryeon-ah, kau lupa, semalam kau bilang bahwa ini tidak akan terlalu sakit. Bahkan aku sampai mengiyakanmu untuk melakukan lima ronde!" "Eun-ah, aku pikir itu memang tidak akan sakit. Kau meminum obat yang kukasih semalam kan?" Semalam, setelah mereka selesai bercinta Ryeon sigap keluar rumah dan menuju apotek. Katanya, laki-laki itu hendak membeli obat penghilang nyeri. Dan, semalam Eun memang langsung meminum obat itu, semalam juga tidak terasa lagi n