"Kamu lagi lihat apa?" Zahra menghampiri sang suami yang sedang berdiri di dekat jendela kamar rumah orangtuanya. Malam ini Zahra memutuskan untuk menginap di rumah orangtua Khavi saja. Dan tadi ia baru saja membantu Ibu mertuanya masak untuk makan malam. "Nggak lihat apa-apa, Ra." "Lihat Vano ya? Kalau kamu mau ke rumah Eyang dan main sama dia aku kasih izin kok, Mas." Rasa dilema ada di hati Zahra, di satu sisi ia tahu sebagai seorang Ayah, Khavi pasti ingin dekat dengan anaknya dan bisa mengakuinya. Tapi di sisi lain, ia belum siap jika kasih sayang dan waktu Khavi terbagi. "Nggak perlu Ra, dia udah sama Eyang ada teman main," jawab Khavi. "Yang di sini gimana kabarnya? Bikin Bunda mual nggak di bawa masak?" tanya Khavi sambil mengelus perut Zahra. Zahra senang, perhatian Khav

