Vanya duduk sendirian karena Eyang Bara berpamitan sebentar untuk menemui istrinya. Setelah menunggu beberapa saat, beliau kembali dan duduk di seberang Vanya. "Maaf, membuatmu menunggu. Dan, sekali lagi saya minta maaf dengan apa yang sudah anak juga cucu saya lakukan padamu, Vanya." "Saya maafkan, bahkan jika ucapan maaf itu tidak terucap dari bibir Ibu Khaira pun saya sudah memaafkanya." "Berapa jumlah uang yang anak saya janjikan dulu? Saya akan menggantinya hari ini." Vanya terkejut dengan ucapan Eyang Bara, terdengar angkuh di telinganya. Apa mungkin dia akan bersikap seperti Bunda Khaira, memberinya uang untuk meninggalkan Vano? "Tidak perlu Pak, saat ini saya tidak membutuhkannya. Dan jika kali ini saya di beri uang untuk meninggalkan Vano, saya tidak akan menerimanya. Khavi

