Khavi melabuhkan ciuman di seluruh wajah Zahra sehabis sholat subuh. Mata Zahra terlihat sedikit bengak, ia yakin semalam istrinya ini menangis. Kabar tentang Vano pasti sangat mengejutkan dan membuatnya sulit tidur. Hati Khavi memang sakit ketika Zahra melarangnya untuk mengaku Ayah di depan Vano, tapi sebagai istri, Zahra cemburu adalah wajar. Hubungannya dengan Vanya pasti membuat Zahra trauma. Kondisi hati Khavi memang sedang tidak karuan, tapi sebisa mungkin ia akan bersikap biasa saja pada Zahra. Tidak ada yang berubah dan berkurang sedikitpun tentang waktu dan perhatian yang di berikan untuk untuk istrinya. "Kamu mau sarapan pagi apa, Sayang?" tanya Khavi begitu mereka sudah selesai membereskan perlengkapan sholat. "Aku lagi nggak pengin makan, Mas." "Ra, jangan gini. Aku j

