Ini baru jam lima pagi, tapi Vanya sudah bangun dari tidurnya. Vanya tidak pulang dari rumah sakit, takut sekali kalau sampai ia beranjak dari sana dan tak bisa menemui Vano lagi. Dia bahkan tidak mandi dan berganti pakaian, makan pun tidak. Tidur di kursi ruang tunggu di depan ruangan Vano yang dingin dengan mengenakan selimut pemberian Raga. Baik Raga maupun Khanza sudah berulang kali menyuruhnya masuk dan menunggu di dalam saja, tapi Vanya menolak. Alasannya di dalam sana ada orangtua Khavi, ia merasa canggung dan tidak nyaman. Vanya lebih memilih menunggu di luar, walaupun tak bisa melihat Vano setiap saat, yang penting dia ada untuknya. Vanya tidak ingin ada masalah dengan orangtua Khavi, terutama Ibunya. Sepertinya waktu tak bisa melunakkan hati keduanya. Memang tidak ada luapan a

